Here Adeeng

Guest Notes

5 Comments

5 responses so far ↓

  • pinpo // February 27, 2008 at 3:26 am | Reply

    wahai ading kasarung yang berasal dari kampung dan selalu merenung. janganlah kau larut dalam kejelekan yang tuhan berikan kepadamu. sesungguhnya dirimu memang jelek adanya!

  • almushfi // March 12, 2008 at 5:00 pm | Reply

    Haaa…makhluk yang aneh yang pernah ada..itu lah dia ading…salah-salah bisa menyebut hewan lain hehehe….

  • Dinkz // March 17, 2008 at 6:15 am | Reply

    Udah ga usah malu-malu, bilang saja saya tampan, ganteng, jenius dll yang tidak dapat saya sebutkan satupersatu.
    Uda Almushfi, masih takut istri???

  • tata50 // March 17, 2008 at 7:00 pm | Reply

    Sungguh menggelikan membaca
    ‘guratan-igauan’ seseorang. Keluh kesah
    yg berasal dari faktor internal [emosi]
    sangat berpengaruh terhadap arah tulisan
    [syukur kL punya arah, kbanyakan ngasal
    ato ga beraturan].

    Bagaimana menganalisanya?

    More… Ok. dengan mengambil sedikit
    teori chaos dan kompleksitas, kita akan
    mendapatkan ‘arah-maksut-tujuan’ dari
    igauan tersebut. Pada igauan yg bersifat
    emosional, kerap dijumpai penyampaian
    ‘akar masalah’ yang selalu berulang2,
    seolah tidak ada habisnya. Karena igauan
    kebanyakan tidak bertanggung jawab,
    penulisnya cenderung merasa malu
    menyampaikan ‘keluh-kesahnya’ secara
    eksplisit. Penambahan beberapa
    ‘topik-ga-penting’ kerap digunakan
    ‘to-mask-it-up’. Dengan mengambil sampel
    beberapa kejadian -terkait pada topik
    yang dicurigai sebagai akar permasalahan
    igauan-yg dialami penulis beberapa hari
    sbelum masa penulisan igauan, kita dapat
    menemukan maksut dan tujuan dari
    penulisan igauan

    Solusi: Diam merupakan respon yg tepat
    dalam menghadapi igauan yang tidak
    bertanggung jawab. tOh, tidak mengganggu
    tidur nyenyak anda [selama tidak
    menyebutkan merk dagang] ;p

  • Dinkz // March 19, 2008 at 3:12 am | Reply

    tata50 thanks ya atas igauanya… Setau saya orang mengigau dalam keadaan tertidur tak sadarkan diri kecuali ipin dia bukan mahluk paling sempurna paling sempurna yang diciptakan Tuhan (manusia).

    Tiap penulisan pasti punya tujuan, begitu juga dengan saya, perlu ditekankan kembali bahwa saya hanya mengungkapkan fakta-fakta yang ada (tidak ada rekayasa).

    Diam tidak akan menyeleaikan masalah seperti lagu padi “Tak Hanya Diam”,,, Spike Up!!! (sorry iklan).

Leave a Comment